19 Maret 2011

Lomba selancar (surfing) tingkat internasional

KEBUMEN - Pantai Menganti di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen, terpilih sebagai tempat lomba selancar (surfing) tingkat internasional.




Persiapan menyambut event spektakuler itu tengah dilakukan sejumlah pihak. Dari mulai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Central Java Surf Club (CJSC), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen serta pihak Desa Karangduwur.

Mereka menggelar rapat persiapan di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen, baru-baru ini.

Hadir Kasi Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Wisnu Agus Priyono SH, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Drs. Hery Setyanto, Ketua CJSC Ahmad Faizun, Ketua HNSI Kebumen Saman dan Kades Krangduwur Basir.

Faizun mengemukakan, rapat koordinasi tersebut merupakan langkah awal dalam rangka persiapan penyelenggarakan lomba selancar tingkat internasional yang akan direncanakan April mendatang.

Menurutnya, penyelenggaraan event yang diikuti para selancar seluruh dunia itu butuh koordinasi yang matang dengan berbagai pihak."Rapat koordinasi ini pun akan terus berlanjut hingga benar-benar matang," imbuhnya.

Investor Berdatangan

Hery Setyanto menyambut baik sekaligus terharu atas pilihan lokasi lomba selancar itu digulirkan, sejumlah investor berdatangan untuk menanamkan modalnya di Kebumen.

Saat ditemui Suara Merdeka di sela-sela rapat koordinasi kemarin, Hery pun tidak bisa berlama-lama. Dia mengatakan hendak mendampingi investor dari Jakarta untuk survei pantai yang memiliki panorama menawan tersebut.

Ketua HSNI Kebumen, SAMAN mengatakan, wilayah Karangduwur memiliki potensi yang cukup besar. Selain bisa dikembangkan wisata bahari, juga wisata religi dan wanabahari. "Untuk olahraga air dan darat juga sangat cocok di tempat tersebut," imbuhnya.

Bahkan, di Pantai Menganti juga sudah berulangkali dikunjugi para peselancar nasional dan internasional. Baru-baru ini saja, peselancar dari Norwegia sudah menjajal ombak di pantai tersebut, Kesannya sangat luar biasa.

Wisnu Agus Priyoo mengharapkan agar sarana dan Prasarana yang ada di Pantai Menganti diperbaiki. Wisata selancar yang akan ada di Kebumen itu tentunya akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Disamping itu mengangkat Desa Karangduwur untuk diajukan sebagai desa wisata. "Kalau di Kebumen nanti ada wisata surfing, maka itu berarti merupakan satu-satunya di Jawa Tengah," imbuhnya. (K5-55)

sumber : suaramerdeka

07 Januari 2011

Pantai Logendin

PANTAI LOGENDING ATAU PANTAI AYAH


Pantai Logending, 8 km selatan Gua Jatijajar, atau 53 km dari kota Kabupaten Kebumen, tepatnya di Desa/Kecamatan Ayah, merupakan obyek wisata pantai yang memiliki keindahan alam sangat menawan. Dari kondisinya, yang berada di antara laut selatan dengan kawasan hutan jati milik Perum Perhutani KPH kedu selatan ini, merupakan kombinasi atau perpaduan antara pantai dan hutan, seperti itu jarang kita jumpai. Untuk di jawa Tengah mungkin hanya ada di kota yang berslogan "BERIMAN" ini.



Pantai wisatanya cukup luas, apalagi saat ini sudah bebas pandangan, dengan dilarangnya mendirikan warung-warung di sentral pandangan. Sehingga para wisatawan bisa lebih asyik menikmati pemandangan yang ada tanpa terganggu pandangan yang kurang sedap. Selain pantainya yang cukup lapang, para wisatawan juga bisa menikmati indahnya muara sungai Bodo, dengan perahu-perahu pesiar yang disediakan para nelayan setempat. Dengan perahu-perahu tradisional, maupun perahu tempel, kita bisa menelusuri muara sungai Bodo yang merupakan pemisah antara wilayah Kabupaten Kebumen dengan Kabupaten Cilacap. Selain air sungai Bodo yang tenang, rimbunnya pohon-pohon playau di tepian sungai, serta lebatnya hutan jati milik perhutani, menambah indahnya pemandangan.

Wisata Alam dan Bumi Perkemahan



Kondisi pantai Logending sangat menawan, meskipun sampai saat ini bisa dikatakan belum dikelola secara intensif, serta belum adanya pihak luar yang ikut campur tangan menanganinya, namun sudah mengundang banyak wisatawan termasuk wisatawan mancanegara. Para wisatawan tidak bakal dibuat kecewa, dengan kondisi obyek wisata Logending yang sudah dikenal sejak lama. Apalagi bagi para remaja yang suka dengan petualang dan kemping. Di lokasi dan sekitar obyek wisata ini memang sangat tepat dijadikan medan penelusuran wisata alam dan spyolologi bahkan banyak pula para remaja yang tergabung dalam kelompok pecinta alam, seperti pramuka saka wanabhakti yang melakukan kegiatan jumping (panjat tebing) dan melakukan kegiatan giri wana relly di lokasi hutan setempat.



Biasanya, bagi pencinta alam maupun wisatawan yang baru melakukan kegiatan giri wana rely, ataupun kegiatan penelitian seputar kawasan obyek wisata dan hutan setempat, selanjutnya mereka tetap berada di pantai Logending dengan mendirikan tenda-tenda perekemahan pada malam harinya. Karena di lokasi obyek wisata Logending ini, oleh Perum Perhutani disediakan lokasi untuk perkemahan. Dari sisi lain yang menarik obyek wisata dan bumi perkemahan Pantai Logending ini, dan saat ini belum diketahui secara luas adalah, terdapat tanaman yang tergolong langka. Tanaman langka yang jarang ditemui di Jawa maupun di luar Jawa, saat ini tumbuh sangat subur dan sudah besar-besar. Tepatnya berada di lokasi wana wisata setempat, yaitu pohon Mahoni Afrika. Dari sangat langkanya di daerah lain, Logending ini sering dijadikan obyek penelitian oleh berbagai pakar dan mahasiswa yang berkait erat dengan tumbuh-tumbuhan, khususnya di lingkungan Perum Perhutani. Saat ini, di tempat itu pula dijadikan lokasi pembitian Mahoni Afrika yang selanjutnya akan dikembangkan di berbagai wilayah Jawa ini.

Sarana dan Fasilitas



Obyek wisata pantai Logending, lokasinya sangat strategis, karena berada pada jalur lalulintas umum yang menghubungkan masyarakat di atas pegunungan, seperti, Argopeni, Karangduwur dan sebagainya dengan masyarakat di bawah pegunungan. Sarana jalan, dari Gombong hingga wilayah pegunungan yang melewati obyek wisata Logending, sangatlah mudah. Jalan beraspal hotmik, dengan bahu badan lebar, sangat memungkinkan untuk dilalui bus-bus besar. Di lokasi obyek wisata, tersedia perparkiran yang cukup luas, bisa menampung lebih dari 50 bus. Tersedianya fasilitas MSK yang lengkap dengan tempat beribadah dan penginapan (Wisma). Juga fasilitas permainan anak-anak, perahu-perahu nelayan yang difungsikan sebagai perahu pesiar, dan hampir setahun sekali obyek wisata ini diadakan lomba perahu tradisional.

Ketenangan



Bagi pengunjung obyek wisata Pantai Logending Ayah, pihak pengelola selalu siap siaga membantu memberikan perlindungan. Selain setiap pengunjung diasuransikan melalui Jasa Raharja yang pembayaran preminya diserahkan dalam karcis masuk, para petugas sebelumnya selalu memberikan penyuluhan kepada pengunjung, berkait dengan kondisi obyek wisata yang ada, tanpa mengurangi kebebasan mereka menikmati keindahan obyek wisata. Keamanan dan ketenangan pengunjung lebih terjamin, karena ditunjang dengan keramah-tamahan penduduk sekitar obyek yang banyak melakukan aktifitasnya di kawasan obyek itu sendiri.

Kenang-kenangan

Sebagai obyek wisata yang berada di sekitar hutan dan pantai yang di huni oleh penduduk, dengan sebagian besar sebagai nelayan dan pengrajin gula kelapa, dari kondisi alamnya itu sendiri, keindahannya tidak bakal bisa dilupakan sepanjang zaman. Bagi pengunjung yang menginginkan souvenir, baik itu makanan khas berupa grobi, gula kelapa, maupun ikan hasil tangkapan para nelayan, juga tersedia aneka souvenir berupa kerajinan anyaman-anyaman pandan, kerajinan kece dan sebagainya. Untuk mendapatkan souvenir cukup mudah, karena toko-toko souvenir letaknya berada di lokasi parkir, berjajar dengan rumah sederhana yang murah, meriah, namum penuh gizi, karena banyak menyediakan ikan segar.

Riwayat Singkat

Sejak zaman pendudukan Belanda dan berkepentingan Jepang di Indonesia, Pantai Logending sudah merupakan tempat pesiar (plesiran). Seperti di tuturkan Sastro (60), juru kunci makan Selo Kabut yang diyakini oleh penduduk setempat sebagai makan Ki Ajar Tonggo. Ki Ajar Tonggo adalah seorang pintar yang mukim di Pantai Ayah, saat Ayah dikuasai dan diperintah oleh Adipati Suronegoro dan Kartonegoro I. Dan pada saat Jepang menduduki Indonesia, wilayah Ayah, rupanya merupakan salah satu tempat strategis yang dijadikan tempat pengintaian dan pos penjagaan, hal itu bisa dibuktikan dengan masih adanya peninggalan bangunan semacam benteng, baik di tepi pantai, maupun di atas pengunungan Gajah. Menurut penduduk setempat, bangunan-bangunan tadi merupakan tempat pengintaian untuk mengetahui tentara-tentara musuh dari arah barat, yaitu dari arah Cilacap dan Nusakambangan dengan mempergunakan perahu. Begitu pula, saat terjadi pergolakan revolusi di tahun 48 - 50, kawasan hutan setempat dijadikan tempat pelarian dan persembunyian tentara-tentara pejuang. namun sampai saat ini belum ada data yang menunjukkan, bahwa di kawasan itu dijadikan markas.

30 Desember 2010


17 Desember 2010